Barista bukan sekadar pembuat kopi, melainkan seniman dan duta produk bagi sebuah Coffee Shop. Dalam klasifikasi pekerjaan, peran ini menggabungkan keahlian teknis (meracik minuman) dengan layanan pelanggan. Dengan menjamurnya kedai kopi dari Sabang sampai Merauke, permintaan tenaga Barista terampil—baik untuk mesin espresso maupun manual brew—terus meningkat tajam.
Barista sering mendapatkan penghasilan gabungan dari Gaji Pokok dan tip/service.
Disclaimer: Estimasi gaji bervariasi tergantung lokasi (UMK), skala industri (UMKM vs Chain Coffee Shop) dan kesepakatan kerja.
1. Apakah jadi Barista harus kursus dulu?
Tidak wajib, namun sangat disarankan. Banyak coffee shop menerima pemula (trainee) dan memberikan pelatihan internal, tetapi sertifikasi Basic Barista akan meningkatkan nilai jual Anda.
2. Bagaimana jam kerja Barista?
Umumnya bekerja dengan sistem shift (pagi/siang/malam) dan tetap bekerja di akhir pekan atau hari libur nasional saat kedai kopi sedang ramai.
3. Apa bedanya Barista dan Bartender?
Barista fokus pada spesialisasi kopi dan minuman non-alkohol, sedangkan Bartender fokus pada meracik minuman beralkohol.