a

Kemnaker Terus Perbaiki Sistem Tata Kelola TKI

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus berupaya meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di dalam dan luar negeri. Perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI terus diupayakan Kemnaker demi meningkatkan kesejahteraan pahlawan devisa tersebut.

Khusus untuk tenaga kerja di luar negeri, hari ini Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri membahas upaya perlindungan TKI di luar negeri bersama perwakilan World Bank, Ririn Salwa, di Kantor Kemnaker. Menaker mengajak World Bank untuk ikut berkontribusi memberikan masukan dalam upaya mengatasi persoalan-persoalan tenaga kerja dewasa ini.

Menurut Menaker Hanif, sampai saat ini pemerintah terus mencari solusi untuk menghilangkan bottle neck dalam proses migrasi worker. Hal ini bertujuan untuk memberikan solusi konkret agar prosedur perlindungan dan penempatan TKI menjadi lebih mudah, cepat dan murah.

“Kita harus pastikan proses penempatan TKI sesuai prosedur untuk perlindungan dan kesejahteraan TKI,” ujar Menaker di kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2016).

Untuk itu, lanjut Menaker, diperlukan adanya kerjasama dan koordinasi dengan seluruh stakeholder ketenagakerjaan untuk mencegah TKI Unprosedural. Selain itu, penyiapan TKI formal juga harus terus digenjot melalui penyiapan pelatihan keterampilan dan sertifikasi calon TKI.

“Perlu sosialisasi dan penyebaran informasi yang masif kepada TKI dan keluarga tentang migrasi yang aman dan prosedural,” paparnya.

Selain itu, Menaker juga menganggap perlu adanya alternatif perluasan kesempatan kerja bagi calon TKI di dalam negeri yang dilengkapi dengan pelatihan kerja. Saat ini, pemerintah terus mematangkan persiapan zero domestik worker 2017 dengan menyiapakan dan memperbanyak TKI formal.

“Peluang kerja bagi TKI formal terbuka luas dengan mentransformasikan TKI yang skill dan profesional,”pungkas Menaker.

*dikutip dari kemnaker.go.id

News, Tenaga Kerja