taiwan

Gaji TKI di Taiwan Tertinggi Dibandingkan Migrant Worker Negara Lain

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ditempatkan di negara Taiwan mendapatkan gaji paling tinggi jika dibandingkan dengan pekerja migran dari negara lain. TKI di Taiwan mendapatkan upah minimum sebesar 17.000 dolar Taiwan atau setara Rp 6.915.727,00.

“Gaji tenaga kerja Indonesia sejak tahun 1997 hanya 15.840 dolar Taiwan (sekitar Rp6.443.830), dan baru naik menjadi 17.000 dolar Taiwan sejak tahun 2015,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Devriel Sogia, saat berkunjung ke Taiwan dalam rangka penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Global Workers Organization (GWO) di Taipei, Kamis (14/4/2016).

Devriel yang berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan, upah minimum tersebut berhasil dinaikan setelah KDEI bersama beberapa kantor perwakilan negara-negara Asia lain bertemu beberapa waktu lalu untuk merundingkan hal tersebut dan mengajukannya ke pihak Taiwan. Menurutnya, TKI yang saat ini berjumlah 238.000 orang di Taiwan dikenal sebagai pekerja yang sangat disukai oleh penggunanya di pulau Formosa tersebut.

“Pekerja Indonesia dikenal setia, tekun dan tidak macam-macam karena buat mereka yang penting gaji dibayarkan tepat waktu, dan users (pengguna) di Taiwan tahu itu,” kata Davriel.

Pada kesempatan tersebut, Devriel berharap kepada para agen pengerah TKI di tanah air untuk terus menyiapkan calon tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri dengan baik. Calon TKI harus mendapat pelatihan berbagai keterampilan sesuai dengan kebutuhan di negara penempatan. Selain itu, TKI juga harus mendapat pemahaman tentang kultur dan budaya negara penempatan. Hal terebut penting, dimana TKI akan lebih nyaman bekerja ketika mengetahui kultur lingkungan kerjanya.

Perlu diketahui, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi TKI di luar negeri. Seperti bekal keterampilan, bahasa, pemahaman tentang kultur negara penempatan, serta kesiapan dan kesehatan secara fisik dan psikis.

“Yang penting dipersiapkan juga adalah mental mereka agar tidak mengalami cultural shock (keterkejutan budaya dan kebiasaan) di negara penempatan,” Davriel menambahkan.

Lebih lanjut, Davriel mengatakan bahwa pihaknya kini terus mendatangkan ustadz-ustadz dari tanah air untuk memberi pencerahan dan bimbingan mental bagi TKI di Taiwan.

*dikutip dari kemnaker.go.id

News, Tenaga Kerja